Kamis, 28 Juni 2012

TAFSIR SURAT AL FATIHAH :



1. Keutamaannya , فى فضائلها ,

روى الترمذي عن أبي بن كعب قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ما أنزل الله في التوراة ولا في الإنجيل مثل أم القرآن وهي السبع المثاني وهي مقسومة بيني وبين عبد ي ولعبدي ما سأل ، .

والحديث خرجه البخاري عن أبي سعيد بن المعلى قال ، كنت أصلي في المسجد فدعاني رسول الله صلى الله عليه وسلم فلم أجبه فقلت ، يا رسول الله إني كنت أصلي فقال ، ألم يقل الله ، اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ ، سورة الأنفال : ٢٤ ، ثم قال ، إني لأعلمنك سورة هي أعظم السور في القرآن قبل أن تخرج من المسجد ثم أخذ بيدي فلما أراد أن يخرج قلت له ، ألم تقل لأعلمنك سورة هي أعظم سورة في القرآن ؟ قال ، الحمد لله رب العالمين هي السبع المثانى والقرآن العظيم الذي أوتيته

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari dari bapakku Ibnu Ka'ab, dia berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : Tidak diturunkan di dalam Taurat dan tidak juga di Injil seperti Ummu Al Qur'an ( Al Fatihah ), Al Fatihah adalah 7 ayat yang di ulang - ulang, Al Fatihah terbagi antara diri Ku dan hamba Ku, dan untuk hamba Ku adalah apa yang diminta.

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Sa'id bin Al Ma'la, dia berkata, ketika aku sedang shalat di masjid, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memanggilku dan aku tidak menjawab panggilannya, aku berkata ( setelah selesai shalat ) : Ya Rasulallah, sesungguhnya tadi aku sedang shalat, maka berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : Bukankah Allah berfirman , اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ ، سورة الأنفال : ٢٤ , penuhilah ( jawablah ) Allah dan Rasul Nya jika memanggilmu ( QS. Al Anfal : 24 ), kemudian beliau berkata : Sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu sebuah surat yang paling agung dalam Al Qur'an sebelum engkau keluar dari masjid. Kemudian beliau menarik tanganku untuk keluar dari masjid. Aku berkata kepada beliau, bukankah engkau berkata bahwa akan mengajarkan kepadaku sebuah surat yang paling agung dalam Al Qur'an ? Beliau bersabda : الحمد لله رب العالمين هي السبع المثانى والقرآن العظيم الذي أوتيته 

Riwayat Lain Keutamaan Al Fatihah :

وذكر ابن الأنباري في كتاب الرد له ، حدثني أبي حدثني أبو عبيدالله الوراق حدثنا أبو داود حدثنا شيبان عن منصور عن مجاهد قال : إن إبليس ، لعنه الله ، رنّ أربع رنات ، حين لعن وحين أهبط من الجنة وحين بعث محمد صلى الله عليه وسلم وحين أنزلت فاتحة الكتاب

Dikatakan oleh Ibn Al Anbari dalam Kitabnya Ar Radalah, menceritakan kepadaku bapakku, menceritakan kepadaku Abu 'Ubaidillah Al Waraq, menceritakan kepada kami Abu Dawud, menceritakan kepada kami Syaiban dari Mansyur dari Mujahid, dia berkata bahwa : Sesungguhnya Iblis laknatullah menjerit dengan 4 jeritan, 1. Ketika dilaknat, 2. Ketika diusir dari surga, 3. Ketika diutus Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, 4. Ketika diturunkan Fatihatu Al Kitab ( Fatihah ).

Baca sebanyak - banyaknya....maka iblis akan ketakutan tidak berani mendekatimu.

روى علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فاتحة الكتاب وآية الكرسي وشهد الله أنه لا إله إلا هو ( سورة ال عمران : ١٨ ) وقل اللهم مالك الملك ( سورة ال عمران : ٢٦ ) هذه الآيات معلقات بالعرش ليس بينهن وبين الله حجاب

Diriwayatkan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : Fatihatu Al Kitab ( Fatihah ), Ayat Kursi, شهد الله أنه لا إله إلا هو ( سورة ال عمران : ١٨ ) dan قل اللهم مالك الملك ( سورة ال عمران : ٢٦ , ayat - ayat ini menggantung di 'Arsy, tidak ada hijab ( penghalang ) antara ayat - ayat tersebut dengan Allah 'Azza wa Jalla.

Subhanallah, siapa membacanya, menghafalnya di mushahadahi langsung oleh Allah.

2. Nama - Nama Surat Al Fatihah ada 12 nama,
فى أسمائها وهي أثنا عشر أسما , apa saja nama - namanya ?
II. Nama - nama Surat Al Fatihah , فى أسمائها وهي أثنا عشر أسما , ada 12 nama :

1. Ash Shalaah , الصّلاة ، قال الله تعالى ، قسمتِ الصّلاة بيْني وبين عبد ي نصفين ، قوله عليه السلام ، لا صلاة إلا بفاتحة الكتاب , Allah Ta'alaa berfirman ( hadits qudsi ) : Aku membagi shalat di antara Aku dan hamba Ku menjadi dua bagian, dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : Tidak ada shalat kecuali dengan membaca Fatihatu Al Kitab ( Al Fatihah ) pada setiap rakaatnya. Terjadi perbedaan pendapat dalam masalah ini, dan pendapat jumhur imam adalah, jika imam mengeraskan bacaannya maka ma'mum tidak wajib membaca Al Fatihah, ini pendapat masyhur Imam Malik berdasarkan firman Allah : وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ، سورة الأعراف ٧ : ٢٠٤ , Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat, dan sabda beliau : مالِي أنازعُ الْقُرْان , Menngapa ada yang mengganggu ku ( saat membaca ) Al Qur'an, dan juga sabda beliau : من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة , Siapa yang mempunyai imam maka bacaan imam adalah bacaannya ( hadits ini dha'if ).

Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa Al Fatihah merupakan suatu kewajiban setiap orang secara umum pada setiap rakaat shalatnya, sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : لا صلاة لمن لم يقرأ فيها بفاتحة الكتاب , Tidak ada shalat ( tidak sah ) bagi orang yang tidak membaca Fatihatu Al Kitab ( Al Fatihah ), dan juga sabda beliau : من صلى صلاة لم يقرأ فيها بأم القران فهي خداج ، ثلاثا , Siapa yang melaksanakan shalat tanpa membaca Ummu Al Qur'an ( Al Fatihah ), maka shalat orang tersebut " khidaajun " kurang sempurna, beliau mengatakannya tiga kali.

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda kepada orang yang diajari shalat, وفي صحيح مسلم عن أبي هريرة أنه عليه السلام قال للذي علمه الصلاة ، وأفعل ذلك في صلاتك كلها , dan lakukanlah hal itu ( bacaan Al Fatihah ) pada semua shalatmu.

Dan juga sabda beliau, فلا ، وأنا أقول ما لي ينازعني القرآن فلا تقرؤوا بشيء من القرآن إذا جهرت إلا بأم القرآن ، وهذا نص صريح في المأموم , Jangan, mengapa aku diganggu ( saat membaca ) Al Qur'an. Janganlah kalian membaca sesuatu dari Al Qur'an jika aku mengeraskan bacaan kecuali hanya Ummu Al Qur'an ( Al Fatihah ). Ini merupakan nash yang " sharih " tegas tentang seorang ma'mum.

Dalam mengkompromikan perbedaan pendapat tersebut, maka pendapat yang masyhur dikalangan para ulama adalah : Apabila shalat infiradi ( sendiri ) maka wajib hukumnya membaca Al Fatihah di setiap rakaatnya. Apabila shalat berjama'ah maka imam harus memberikan kesempatan waktu bagi ma'mum untuk membaca Al Fatihah ( seperti yang dilakukan imam di Haramain / Makkah dan Madinah ). Apabila ma'mum masbuk, atau tertinggal pada saat imam sudah ruku' maka hal ini menjadi khusus bagi ma'mum untuk segera memuli shalatnya dengan takbir kemudian segera ruku' walaupun tanpa membaca Al Fatihah.

2. Surat Al Hamdu, سورة الحمد ، لأن فيها ذكر الحمد ، مثل قل هو الله أحد أي سرة قل هو , sebab dalam Surat Al Fatihah ini disebutkan Al Hamdu pada awalnya, sebagaimana Surat Al Ikhlas yang juga disebut Surat Qul Huwa karena diawali dengan Qul Huwa.

3. Fatihatu Al Kitab ( Pembuka Al Kitab ), فاتحة الكتاب ، من غير خلاف بين العلماء ، وسميت بذلك لأنه تفتتح قراءة القرآن بها لفظا وتفتتح بها الكتابة في المصحف خطاً وتفتتح بها الصلوات , nama ini tidak diperselisihkan para ulama, sebab bacaan lafadz - lafadz Al Qur'an diawali dengan Surat Al Fatihah, tulisan Mushhaf juga diawali dengan Surat Al Fatihah dan Shalat pun diawali dengan Surat Al Fatihah.

 4. Ummu Al Kitab ( Induk Al Kitab ), أم الكتاب ، وفي هذا الاسم خلاف جوزه الجمهور وكرهه أنس والحسن وابن سيرين. قال الحسن ، أم الكتاب الحلال والحرام . وقال أنس وابن سيرين ، أم الكتاب اسم اللوح المحفوظ. Nama ini diperselisihkan, namun dibolehkan oleh mayoritas ulama, sedangkan Anas, Hasan dan Ibnu Sirin memakruhkannya. Hasan berkata bahwa Ummu Al Kitab adalah Halal dan Haram, dan Anas dan Ibnu Sirin berkata bahwa Ummu Al Kitab adalah nama Lauh Al Mahfuzh.

5. Ummu Al Qur'an ( Induk Al Qur'an ), أم القرآن ، واختلف فيه أيضا فجوزه الجمهور وكرهه أنس وابن سيرين والأحاديث الثابتة ترد هذين القولين ، روى الترمذي عن أبي هريرة قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ، الحمد لله أم القران وأم الكتاب والسبع المثاني ، قال ، هذا حديث حسن صحيح , Nama ini pun diperselisihkan, mayoritas ulama membolehkannya, sedangkan Anas dan Ibnu Sirin memakruhkannya. Namun hadits - hadits yang shahih membantah pendapat Anas dan Ibnu Sirin. At Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : Alhamdulillah ( segala puji bagi Allah ) adalah Ummu Al Qur'an, dan Ummu Al Kitab, dan As Sab'u Al Matsaani. Hadits ini Hasan Shahih.

وقال يحيى بن يعمر ، أم القرى ، مكة ، وأم خراسان ، مرو ، وأم القرآن ، سورة الحمد ، وقيل ، سميت أم القرآن لأنها أوله ومتضمنة لجميع علومه ، وبه سميت مكة أم القرى لأنها أول الأرض ومنها دحيت , Yahya bin Ya'mar berkata, Ummu Al Qura' adalah Makkah, Ummu Khurasan adalah Marwu, dan Ummu Al Qur'an adalah Surat Al Hamdu ( Al Fatihah ). Menurut satu pendapat bahwa surat ini dinamakan Ummu Al Qur'an karena ia adalah awal Al Qur'an, dan mencakup semua hukum - hukum yang terkandung di dalam Al QUr'an. Karena itu Makkah dinamakan dengan Ummu Al Qura' karena ia adalah awal bagian dari bumi, dan dari sanalah bumi kemudian dibentangkan / digelar.

6. Al Matsaani ( yang diulang - ulang ), المثاني ، سميت بذلك لأنها تثنى في كل ركعة ، وقيل ، سميت بذلك لأنها استثنيت لهذه الأمة فلم تنزل على أحد قبلها ذخرا لها , sebab surat ini dibaca secara berulang kali pada setiap rakaat shalat. Menurut satu riwayat bahwa surat ini dinamakan Al Matsaani ( juga berarti yang dikecualikan ) karena surat ini merupakan pengecualian bagi umat ini ( Islam ), sebab ia tidak diberikan kepada seorang pun sebelum mereka, dan ini merupakan keistimewaan bagi umat Islam.

7. Al Qur'anu Al Adziim ( Al Qur'an yang agung ), القرآن العظيم ، سميت بذلك لتضمنها جميع علوم القرآن وذلك أنها تشتمل على الثناء على الله عز وجل بأوصاف كماله وجلاله وعلى الأمر بالعبادات والإخلاص فيها والاعتراف بالعجز عن القيام بشيء منها إلا بإعانته تعالى وعلى الابتهال إليه في الهداية إلى الصراط المستقيم وكفاية أحوال الناكثين وعلى بيانه عاقبة الجاحدين , Surat ini dinamakan Al Qur'anu Al Adziim, karena surat ini mencakup semua pengetahuan Al Qur'an. Surat ini mencakup sanjungan kepada Allah lengkap dengan sifat - sifat kesempurnaan dan kemuliaan Nya, mencakup perintah untuk beribadah dan ikhlas kepada Nya, mencakup pengakuan atas ketidakmampuan untuk melakukan apapun kecuali dengan pertolongan Nya, mencakup permohonan bantuan ( isti'anah ) yang dipanjatkan kepada Nya agar ditunjukkan kepada jalan yang lurus, mencakup pemenuhan kebutuhan orang - orang yang membatalkan janji setelah ditetapkan, dan mencakup penjelasan tentang akibat yang diterima oleh orang - orang yang ingkar.

 8. Asy Syifa ( Penawar ) : الشفاء ، روى الدارمي عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فاتحة الكتاب شفاء من كل سم , diriwayatkan oleh Ad Darimi dari Abu Sa'id Al Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : Fatihatu Al Kitab adalah penawar semua racun....racun disini bermakna segala sesuatu yang membahayakan, contohnya kalau antum mau makan sate kambing takut kena kolestorel atau hipertensi maka sebelum makan baca Al Fatihah dulu supaya menjadi penawarnya....barangkali ini juga jadi penawar sebelum ente merokok....he...he...he.

9. Ar Ruqyah ( Obat Penyembuh / dalam bahasa Jawa : Sowok ), الرقية ، ثبت ذلك من حديث أبى سعيد الخدري وفيه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال للرجل الذي رقى سيد الحي ، ما أدراك أنها رقية ، فقال ، يا رسول الله شيء ألقى في روعي... الحديث ، خرّجه الأئمة وسيأتي بتمامه , nama ini tercantum dalam hadits Abu Sa'id Al Khudri dimana dalam hadits ini dinyatakan bahwa Rasulullah bersabda kepada seorang sahabat yang sedang mengobati pemimpin suatu kaum : Siapa yang memberitahukan kepadamu bahwa Al Fatihah itu ruqyah ? Orang itu menjawab : Ya Rasulullah, itu adalah sesuatu yang aku tanamkan ( yakini ) dalam kesadaran pikiranku.

Riwayat ini menegaskan bahwa Al Fatihah adalah obat penyembuh bagi orang yang sedang sakit. Jenis penyakit apapun, panas, sakit perut, sakit kepala, dll, maka Al Fatihah adalah obat yang paling mujarab. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selalu melakukannya dengan cara meniupkannya ketangan beliau setelah membaca Al Fatihah kemudian mengusapkan ke bagian yang sakit, dan ketika belaiu sakit dan tidak bisa melakukannya sendiri maka beliau meminta Aisyah melakukan hal tersebut untuk belaiu.

Jadi kalau malem - malem anak - anak ada yang badannya panas, sibuk cari obat penurun panas atau baca Al Fatihah ? Kalau lagi besuk saudara, temen, tetangga yang sakit, ya adabnya bukan hanya sekedar ngobrol kesana kemari nggak jelas, dulukan baca Al Fatihah, tiupkan ditangan kemudian usapkan kebagian yang sakit teman, saudara, tetangga yang kita besuk tersebut.

10. Al Asas ( dasar / pokok ), ابن عباس يقول ، لكل شيء أساس وأساس الدنيا مكة لأنها منها دحيت ، وأساس السماوات عَريباً وهي السماء السابعة ، وأساس الأرض عجيباً وهي الأرض السابعة السفلى ، وأساس الجنان جنة عدن وهي سرة الجنان عليها أسست الجنة ، وأساس النار جهنم وهي الدركة السابعة السفلى عليها أسست الدركات ، وأساس الخلق آدم وأساس الأنبياء نوح وأساس بني إسرائيل يعقوب وأساس الكتب القرآن وأساس القرآن الفاتحة وأساس الفاتحة بسم الله الرحمن الرحيم , Ibnu Abbas berkata, segala sesuatu itu mempunyai asas, dan asas dunia adalah Makkah, sebab dunia dibentangkan / digelar darinya, asas langit adalah ariib, yaitu langit yang ke tujuh, asas bumi adalah ajiib, yaitu bumi lapis tujuh yang paling bawah, asas surga adalah Adn, yaitu pusat surga yang karenanya surga dibangun, asas neraka adalah jahannam, neraka paling bawah yang karenanya lah neraka diciptakan, asas manusia adalah Adam, asas para Nabi adalah Nuh, asas Bani Isra'il adalah Ya'qub, asas Al Kitab adalah Al Qur'an, asas Al Qur'an adalah Al Fatihah dan asas Al Fatihah adalah Bismillahi Ar Rahmani Ar Rahim.

11. Al Waafiyah ( yang lengkap ), di dalamnya sudah lengkap mencakup seluruh ilmu pengetahuan, apapun yang terjadi di dunia ini sudah termaktub di dalamnya, semua jalan keluar dari setiap persoalan sudah ada di dalamnya. Ibnu Abbas berkata : Kamu tidak akan mengetahui seluruhnya, dan kamu tidak akan mengamalkannya seluruhnya.

Kita saja yang nggak paham isinya, maksudnya baik secara lafadz maupun lahhdzi nya, secara lahiriah maupun sirriyah nya.

12. Al Kafiyah ( yang cukup ), الكافية ، قال يحيى بن أبي كثير ، لأنها تكفي عن سواها ولا يكفي سواها عنها. يدل عليه ما روى محمد بن خلاد الإسكندراني قال ، قال النبي صلى الله عليه وسلم ، أم القرآن عوض من غيرها وليس غيرها منها عوضا , Yahya bin Abi Katsir berkata, sebab Surat Al Fatihah dapat mencukupi ( maksudnya dapat menggantikan ) surat lainnya, sedangkan surat lainnya tidak dapat mencukupinya. Muhammad bin Khalad Al Iskandarani meriwayatkan, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata : Ummu Al Qur'an itu pengganti untuk surat lainnya, sedangkan surat yang lainnya bukanlah pengganti untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar